maknadalam

  • Home
  • berita
  • Feature
  • Fotografi
  • Cerpen
  • Contact Us

Kenangan akan Tersusun Rapi di Memori dan Ingatan

 

Tentu setiap manusia mempunyai kenangan indah, manis, pahit, bahagia, dan sedih. Tak seharusnya kita membenci kenangan karena kenanganlah yang mengajarkan kita agar menjadi lebih baik di kehidupan kelak. Tak seharusnya pula kita melupakan kenangan, tanpanya, takkan ada pembelajaran untuk kita dikemudian hari.

 

Kenangan pahit memang terasa sakit, jika terus diingat maka akan menyakitkan dan menyesakkan. Kenangan indah, manis, bahagia adalah kenangan yang sangat diinginkan oleh manusia. Apakah kita bisa memilih ingin mengenang kenangan yang seperti apa? Tentu tidak bisa.

 

Jika kita bisa memilih, tidak akan ada yang mau mengenang kenangan pahit dan sedih.

 

Hidup bagaikan permainan ular tangga, kita bisa memilih ingin berhenti di mana dan singgah di mana. Tetapi, dadulah yang menentukan kita akan berhenti dan singgah di mana. Sama seperti kehidupan, dengan senang hati kita memilih dan menempatkan ingin kenangan manis atau pahit, bahagia atau sedih, indah atau muram. Tapi, kehendak Tuhanlah yang menentukan.

 

Salah satu tulisan karya Rintik Sendu tentang “Senja Yang Kehilangan Langitnya”, “Kenangan itu seperti bayang-bayang, yang kelihatan tak ada, tapi selalu mengikuti. Kita tak bisa lari dari bayang-bayang, kita akan selalu hidup dengannya. Namun, kita bisa memilih, antara tenggelam pada bayang-bayang, atau hidup pada kenyataan yang jelas nyata ada di depan.

 

Kenanganlah yang mengajarkan kita untuk lebih baik di kehidupan kelak.

 

Baik atau buruknya hidup, manis atau pahitnya hidup, bahagia atau sedihnya hidup, indah atau muramnya hidup. Itu sudah ditentukan oleh Tuhan, sudah direncanakan pula oleh Tuhan, tanpa bisa kita bantah, elak, dan komentari, itu akan terjadi di kehidupan manusia. Setiap manusia akan merasakan kenangan itu semua. Dalam bentuk apapun, dan bagaimana caranya kelak akan merasakan.

 

Terpenjara sepi, tenggelam dalam samudra kenangan, terhanyut dalam kenangan, dan terombang ambing dalam angin berhembus dengan tenang membawa kenangan.

 

Kenangan takkan bisa dilihat, hanya mampu dirasakan kehadirannya.

 

Semua manusia takkan mampu melenyapkan setiap kenangan yang telah terjadi, kenangan-kenangan yang lalu, dan kenangan-kenangan yang telah using, kita hanya mampu menimbunnya dengan menambah memori mengenai kenangan-kenangan baru yang lebih besar nilai dan pengaruhnya untuk diri kita.

 

Kenangan yang ada dihidupku masih tersimpan dengan rapi di lemari terbaikku, yaitu ingatanku.

 

 

 

 

Sahabat kau bagai bintang, menghiasi malam. Kau bagai embun pagi yang menyejukkan. Kau bagai pelita yang menyinari. Tanpamu, hidupku hampa. Aku tahu, disemua masalah tentu ada jalan keluarnya dan jalan terbaiknya. Dengan sigap kau menasehati dan memberi saran baik agar aku menemukan jalan keluar dan jalan terbaik itu. 

 

Mungkin terdengar sangat buruk ketika satu sama lain saling membicarakan di belakang, saling menjatuhkan, dan saling mengejek serta berjauhan. Tak seharusnya seperti itu. Saling merangkul, menyemangati, dan menasehati, itu jauh lebih baik.

 

Tanpa alasan apapun menyayangi dan menjaga dengan setulus hati. Nyatanya, memang harus seperti itu. Bercanda tawa bahagia bersama, saling isi hati dengan jiwa. Tak lupa, senantiasa selalu mendoakan agar selalu bersama hingga nanti.

 

Telah banyak luka baik perbuatan dan ucapan yang telah ku goreskan kepadamu. Telah banyak kata dan kalimat yang mampu menyakitkan hatimu.

 

Maaf jika aku hanya mampu melukaimu. Percayalah, aku akan mengobati luka itu. Agar kau dapat sembuh dari luka itu. Maaf dengan tutur kataku yang menyakitkan ini.

 

Aku tahu, mungkin kau muak dengan sikapku, jengah dengan perbuatanku, malas dengan ucapanku. Pintaku, tegurlah aku selalu jikaku salah. Semoga kita tidak saling membicarakan di belakang, menjatuhkan, apalagi saling mengejek dan akhirnya kita berjauhan.

 

Kau sahabat terbaikku hingga kini, esok, dan nanti. Jangan pernah enggan untuk selalu berkeluh kesah denganku, aku akan dengan senang hati mendengarkan dan memberi saran terbaikku jika itu yang kau mau.

 

Tetaplah jalan beriringan, sabar, dan jangan pernah malas jika kau menasehatiku. Tetaplah selalu mengingat Tuhan dimanapun kau berada, dan selalu bersyukur agar Tuhan mengabulkan permintaanmu dengan senang hati.

 

Jika kau mulai malas dengan hari-harimu, ingatlah, kelak kau akan sukses dengan rajinmu. Dengan bersabar, maka kau akan mendapatkan kebahagiaan itu. Walaupun kutahu sabar itu capai, sabar itu pegal, sabar itu kesal, sabar itu emosi, sabar itu susah, tapi… sabar itu indah. Indahnya kapan? Ya, sabar.

 

Sahabat, masih banyak hal yang ingin aku sampaikan, namun terasa sulit, lidahku terlalu kelu untuk kugerakkan, bukan karena aku enggan dan malas kepadamu. Semua itu karena terlalu banyak hal yang membuatku selalu menyayangimu.

 

 

 

 

Lekas Sembuh Mama ..

Anugerah terindah yang Tuhan berikan, namun seringkali terlupakan. Bertemu setiap hari dan tidur di bawah atap yang sama. Setiap pagi pergi menjalankan aktivitas yang berbeda-beda. Begitulah keadaan keluargaku yang terus aku syukuri.

Hingga tidak pernah terbayangkan keadaan berubah semenjak salah satu anggota keluargaku sakit. Manusia baik hati yang Tuhan berikan untuk menciptakan sejarah hidupku. Bertanggung jawab penuh atas hidupku bahkan saat masih berada di dalam kandungannya.

Ya, itulah Mama..

Mendapatinya terkulai lemas sembari memegangi kepalanya dan mulai berbicara aneh. Gemetar tanganku dan panik hingga tidak bisa berkata-kata saat aku menyetir mengantarkannya ke rumah sakit. Mama adalah orang paling kuat yang kukenal. Aku bertanya-tanya dalam hati dan seketika tidak bisa bernafas dalam waktu yang sangat lama. 

“Penyakit apa ini? Mengapa dokter mengharuskan Mama dipindahkan ke rumah sakit besar penanganan otak,” tanyaku dalam hati.

Sebuah mimpi buruk untuk melihat salah satu keluarga yang terbaring sakit. Pemandangan ruang tunggu ini hanya orang yang berlalu lalang untuk bergantian masuk ke dalam ruangan menyedihkan. ICU adalah ruangan mimpi buruk yang dihujani beribu doa.

Aku sungguh membenci ruang tunggu ICU ini. Membuatku lemas dan pasrah tetapi tidak hentinya aku lantunkan doa berharap mama baik-baik saja. Melihat orang-orang bergantian masuk ruang itu dengan tangis kehilangan. Membuatku selalu membayangkan skenario terburuk bila harus kehilangan Mama. 

Mama harus menjalani operasi pendarahan otak, kemungkinan akan hidup normal sangat sedikit. Aku mengeluskan kepalanya sembari mengompresnya dengan kain basah dan membacakan ayat-ayat Al-quran untuknya “Panas nak kepala mama,” ucap mama.

Ya Tuhan, mungkin aku sanggup menghadapi ujian lain dari-Mu, namun aku tidak tahu apakah ujian seperti ini bisa aku lewati atau tidak. Sesak nafasku melihatnya kesakitan dan mendengar suaranya merintih. 

Harapku memeluknya dengan hangat dan meminta maaf sebesar-besarnya atas semua kesalahanku. Aku tidak sanggup bila harus kehilangannya ketika aku belum bisa membahagiakannya.

Betapa omelan yang sering aku jengkelkan keluar dari mulutnya justru hal yang paling aku rindukan. Bagaimana bila hariku berubah nantinya hanya karena lamunan di depan ruangan ini. Mengapa kejadian ini begitu mengagetkan dan menyakitkanku setiap menginjakkan kaki di rumah sakit ini. 

Penyesalanku teramat dalam, mengapa aku sia-siakan waktu terbaikku bersama Mama sebelum kejadian ini. Aku begitu malu memeluknya meski aku sangat menginginkannya.

Aku hanya ingin melihatnya sehat dan membiarkannya mengomeliku. Aku tidak akan melawan dan aku hanya ingin tersenyum untuknya. Aku tidak ingin melewati lagi hari-hariku bersamanya.

Lekas sembuh, Mama... 

Kembalilah menjalankan aktivitas seperti biasanya. Aku merindukanmu...

 


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

ABOUT ME

Hai! Saya Devi Puspitasari. Saya harap lewat tulisan ini kamu mendapatkan manfaat dan pelajaran seperti apa yang sudah saya alami dan tuliskan disini. Sangat senang apabila kamu bisa memberi kritik, saran dan komentar yaa.

Arsip Blog

  • November 2020 (1)
  • Oktober 2020 (6)
  • September 2020 (3)

Cari Blog Ini

Total Tayangan Halaman

Pengikut

  • Beranda

Categories

  • Berita 3
  • Feature 5
  • fotografi 1
Diberdayakan oleh Blogger.

SUBSCRIBE & FOLLOW

Oddthemes

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates