Mengikhlaskan Seseorang


Kehilangan merupakan hal yang paling dibenci semua orang. Ketika orang yang kita cintai pergi dan tak ada harapan untuk kembali. Memang sakit perasaan ini mencoba mengikhlaskan yang pergi. entah memang beginilah perjalanannya, kehidupan yang nyata fana di dalamnya. Mengikhlaskan adalah menerima, lalu kepergian adalah apa?

Bagiku kepergian adalah pertemuan dan menyambutnya adalah mengikhlaskan. Tidak pernah ada hal yang kekal di dunia ini, mungkin semua orang tahu. Sudahilah berpikiran bahwa yang datang mungkin akan kembali karena yang kau yakini mungkin bisa saja akan mengkhianati.

Kita hanya manusia yang berandai dalam sebuah ilusi. Namun, pernahkah kau berpikir berlebih hanya untuk hal yang tidak pasti? Pasti pernah. Begitulah juga aku sekarang ini mengamati hal dalam hidup untuk menjaga dan mengantisipasi hati.

Untuk apa kau menetap pada hal yang hanya mempengaruhi hati dan tidak bertanggung jawab atas apa yang diperbuat. Mencintai adalah hak namun cara mencintai yang seperti apa?

Kau terlena dengan perasaan bahkan lupa telah jatuh dalam pengharapan. Mengharapkan perasaan yang baik bukan berarti kau tidak akan bertemu dengan hal yang pahit. Tidak semua orang jatuh cinta harus mendapatkan haknya. Terkadang kau perlu sadar, Tuhan memberikan perasaan untukmu agar tetap belajar.

Jangan hilangkan kefanaan hanya demi hal yang merugikan diri sendiri. Jagalah hati dan perasaanmu agar jauh dari penyakit dunia yang sama sekali tidak bertanggung jawab atas apa yang di dalamnya. Bisakah kita hanya berpikir bahwa yang datang akan pergi?

Hatimu terlalu baik dan hidupmu begitu berharga. Mencintai dirimu sendiri, mengikhlaskan apapun yang akan pergi dan percaya bahwa yang lebih baik sedang menanti. Berpikiran seperti itu tidak akan membuat hatimu membeku, jangan risau atas apa yang sudah ditetapkan Tuhan.

Orang baik akan bertemu yang baik. Tidakkah sering orang terdekatmu menyemangatimu dan berusaha melontarkan kata-kata penyemangat untukmu. Mereka peduli dan mereka sedih melihatmu begini. Menangisi hal yang berlebih ketika harapanmu dibawa pergi seseorang yang kau cintai. Kepergian adalah mengikhlaskan bahwa apapun yang ada di dunia ini tidak akan kekal.

Hidupmu sangat berharga, belajarlah menerima dan perbanyaklah berdoa kepada Tuhanmu saja. Kesempatan tak pernah terjadi dua kali bukan? Lalu bagaimana bila waktumu habis hanya untuk menangisi tertawanya dengan seseorang yang lain sekarang?

Kau berhak Bahagia sama dengaannya. Jagalah hatimu sendiri, berusaha keraslah untuk hal baik kali ini. Berhentilah menangisi yang pergi, dekatilah yang menciptakan kekal pada kehidupamu nanti. Yaitu.. Tuhanmu

 

 


2 komentar

  1. Beneeeerr banget! Salah satu cara untuk menerima seseorang yang pergi yaitu mengikhlaskan

    BalasHapus
  2. makin dewasa jadi makin ngerti kalo orang bisa pergi kapan aja dari hidup kita. yg perlu kita lakukan adalah mencoba mengikhlaskan

    BalasHapus